




Wedding Gift
Alamat
Dengan Hormat, mohon untuk mengisi formulir konfirmasi pengiriman dibawah ini :
Pertemuan kami berdua seakan telah dirancang oleh-Nya sedemikian rupa. Seperti halnya yg tertulis dalam sejarah cinta Sayyidina Ali terhadap Sayyidah Fatimah. Sebagai lambang ketawadukan, Sayyidina Ali tersipu malu untuk megutarakan niatnya meminang putri kesayangan Rasulullah. Atas dukungan saudaranya, Aqil, Sayyidina Ali memberanikan diri menghadap ke Rasulullah.
Saat itu Ali dihadapkan kepada Nabi oleh Ummu Aiman (ibu pengasuhnya), dengan kerendahan hati, Ali mengungkapkan niatnya dan Rasul pun menjawab dengan penuh kelembutan dan cinta kasih.
Seiring dengan kisah cinta Ali & Fatimah, kami berduapun memiliki cerita yg hampir serupa.
Saya (Syahroni Fadhil) merupakan murid dari Sayyid Ahmad (Ayahnya Nadya), saya sudah bersama dengan beliau kurang lebih 4 tahun lamanya. Dalam kurun waktu 4 tahun ini tak terbesit di hati saya untuk meminang anak guru saya, Nadya.
Namun pada akhir tahun 2023, sorotan matanya membuat saya terkesima, entah perasaan ini adalah suatu kesalahan ataupun wajar adanya.
Kala itu kami sering bertukar pikiran terkait materi yang ada pada majelis tempat di mana kami sama-sama belajar (Jamiyah Waqiah), dan juga ada beberapa momen yang membuat saya sering berbincang dengan Nadya.
Pemikiran, tutur kata dan perilakunya membuat saya jatuh hati. Semakin hari, semakin tak dapat saya tutupi rasa ini. Pada saat bersamaan, dalam diamnya, Nadya pun seperti menyiratkan rasa yang sama.
Namun keberanian saya belum cukup untuk menghadap ke guru saya dalam mengutarakan rasa ini, Sang Maha Tau menggerakkan hati guru saya hingga dapat membaca mata yg bergelimang cinta pada putri sulungnya.
Pada suatu malam, beliau memanggil saya untuk datang ke rumahnya. Hal yg sangat tidak disangka, beliau mengomandokan saya untuk mengutarakan isi hati saya terhadap Nadya.
Tepat pada tanggal 11 Februari 2024, atas arahan guru saya, akhirnya saya memberanikan diri menghadap dan mengutarakan langsung perasaan yg terpendam ini terhadap Nadya. Tak berlangsung lama, setelah saling menuangkan apa yg dirasa selama akhir-akhir ini, kami pun menjalin cinta yg hingga saat ini masih kami jaga kesuciannya seperti cinta Ali & Fatimah, walau nyatanya, kami berdua sangatlah tidak pantas untuk menyandingkan kisah kami dengan kisah manusia suci ini.
Sebulan setelah kami saling mengenal lebih dalam satu sama lain, saya memutuskan untuk melamar pujaan hati saya. Niat baik ini didukung hangat oleh keluarga besar saya maupun keluarga besar Nadya. Penantian panjang kami berdua berlabuh pada hari itu, kami menentukan maksud dan tujuan kami dalam merajut cinta demi membangun impian kita, yaitu menjadikan keluarga ilahi bukan hanya insani.
Jatuh pada tangal 14 September yg bertepatan dengan 11 Rabiul Awal, kami mengikrarkan cinta kita dalam satu hubungan halal, yang dengan ini kami mengharapkan Ridho-Nya.
Bertepatan dengan momen bahagia kami, hari ini pula hari bahagia umat Islam yang menyambut hari lahirnya junjungan kami, Nabi Muhammad SAW. Dari momen sakral ini, besar harapan kami agar mendapat syafaat dan keberkahannya, sehingga anak turun kami kelak dapat memanifestasikan sifat-sifat mulia baginda agung... amiin
Roni & Nadya



Maaf, undangan/ucapan ini belum dibayar ya kak
Silahkan aktifkan undangan untuk menghapus pop up ini selamanya 🥰
Hubungi Admin untuk melakukan pembayaran